HOT PROMO !!

Oleh-oleh Khas Semarang Diserbu Pemudik dari Luar Kota

Leker Paimo, salah satu oleh-oleh khas Semarang yang menjadi favorit pemudik. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Kemeriahan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriah membawa berkah bagi pedagang oleh-oleh khas Semarang. Hal itu terlihat dari suasana pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan panganan khas Semarang di beberapa ruas jalan raya.

Di Jalan Karanganyar, Semarang Tengah, pedagang leker, Paimo bercerita dagangannya habis terjual saat H Lebaran. Ia mengaku meraup untung berlipat karena banyak pembeli khususnya wisatawan luar kota memborong kue lekernya yang sudah terkenal di seantero Semarang itu.

“Sudah habis ini, mas. Selepas Salat Id, pemudik luar kota banyak datang ke sini sampai-sampai saya harus membuat adonan tambahan,” kata pria tua tersebut, Jumat (17/7).

Leker Paimo, merupakan jajanan khas Semarang yang digemari pemudik. Selain rasanya gurih bercampur manis, kue Paimo juga sudah dikenal banyak orang sejak puluhan tahun silam. Nama Leker Paimo sendiri, diambil dari namanya. Tempatnya berjualan yang sederhana di depan SMA Loyola, tak menyurutkan pembeli memborong kue lezat tersebut.

Panen order juga dirasakan penjual kue Ganjel Rel. Meski Ganjel Rel kini jarang digemari anak muda, tapi Dini Ertanti, penjaga Toko Roti Selina, mengungkapkan, kue tersebut masih diminati pembeli dari generasi tua. “Kalau Lebaran gini pasti habis. Kita misalnya bikin 28 potong sehari, itu sehari bisa ludes terjual,” ujar Dini, di tokonya Jalan Wahid Hasyim.

Meliani Sugiarto sebagai pedagang lumpia lima rasa pun ikut kecipratan rezeki di hari nan fitri kali ini. Dengan jargon ‘Dijamin pasti halal’, tokonya yang diberi nama Lunpia Delight itu selalu diserbu pembeli. “Selama Ramadan kita laris manis. Sampai 5.000 pembeli sehari dan menghabiskan 1,5 ton rebung. Dan sekarang kita kebanjiran orderan dari luar kota. Yang datang banyak sekali,” akunya.

Saat ini, ia sengaja menyiapkan sebuah musala di lantai dua tokonya agar dapat dipakai pembeli Muslim untuk beribadah usai menikmati dagangannya. Ia juga menawarkan kepada pelanggannya mencoba membeli jajanan khas Jateng lainnya macam bakpia, bandeng presto, wingko babat, enting-enting. Harganya tetap karena ia ingin menyemarakkan Lebaran.

“Lebaran tahun ini saya berjualan 24 jam nonstop dan buka dari pukul 05.00-22.00 WIB,” tandasnya. (far)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Timber by EMSIEN 3 Ltd BG
%d blogger menyukai ini: